Temui 5 jenis seri chipset Exynos – TokoHematku

Jika kita berbicara soal chipset smartphone, Mediatek dan Snapdragon adalah dua nama besar terpopuler. Keduanya sudah menjadi andalan di berbagai smartphone, mulai dari entry-level hingga flagships. Namun di balik keduanya, ada pemain lain yang tak kalah menarik yakni Exynos dari Samsung.

Exynos memang tidak sepopuler Snapdragon atau Mediatek di beberapa pasar, namun mereka tetap mencoba bersaing dengan memperkenalkan chipset berbeda untuk segmen berbeda.

Mulai dari ponsel entry level dengan harga terjangkau, hingga ponsel andalan berperforma tinggi yang siap bersaing.

Samsung terus berinovasi dengan Exynos, chipset ini bahkan digunakan di berbagai model Galaxy, dari yang paling terjangkau hingga yang tercanggih, dan tentunya terus meningkatkan kualitas di setiap serinya.

Jadi jika Anda penasaran Chipset Exynos itu dan apa saja kelebihannya, yuk simak ulasan seri Exynos yang perlu kamu ketahui!

Daftar seri chipset Exynos

Sama seperti Snapdragon dan Mediatek, Exynos juga memperkenalkan seri chipset berbeda untuk segmen pengguna berbeda. Baik Anda mencari yang murah atau premium, mereka memiliki semuanya. Mari kita bahas satu per satu.

Seri Exynos 800

Chipset seri Exynos

Bagi Anda yang sedang mencari ponsel dengan performa bagus tanpa harus mengosongkan dompet, bisa memilih seri Exynos 800. Seri ini hadir dalam dua model utama yaitu Exynos 850 dan Exynos 880. Keduanya ditujukan untuk perangkat entry-level dengan harga terjangkau seperti Samsung Galaxy A13 atau Galaxy A14.

Exynos 850 meski tergolong basic, namun memiliki performa yang cukup baik untuk kebutuhan sehari-hari. Chipset ini memiliki 8 core dengan clock 2.0 GHz dan didukung GPU Mali-G52.

Sayangnya Exynos 850 hanya mendukung jaringan 4G, sehingga jika Anda membutuhkan ponsel dengan konektivitas 5G, Anda bisa memilih Exynos 880 sebagai alternatifnya.

Dengan GPU Mali-G76 MP5 dan dukungan perekaman video hingga 4K, Exynos 880 menawarkan pengalaman lebih lancar namun tetap terjangkau.

Seri Exynos 900

Naik satu tingkat, seri Exynos 900 hadir dengan model Exynos 980 dan Exynos 990. Seri ini mulai menghadirkan teknologi 5G yang semakin menjadi kebutuhan pokok pada smartphone masa kini.

Kedua chipset ini menggunakan proses manufaktur 8nm dengan frekuensi clock yang cukup tinggi yakni sekitar 2,2 hingga 2,7 GHz. Dengan kapasitas penyimpanan UFS 3.0 dan kemampuan merekam video 8K 30FPS, seri Exynos 900 bisa digunakan di ponsel andalan sebelumnya seperti Samsung Galaxy Note 20 dan Galaxy S20 Ultra.

Seri Exynos 1000

Chipset seri Exynos
Chipset seri Exynos

Seri Exynos 1000 memiliki keunggulan dari segi performa dan efisiensi energi. Seri ini mencakup Exynos 1280, Exynos 1380, Exynos 1480 dan Exynos 1580.

Chipset ini lebih banyak ditemukan pada ponsel kelas menengah besutan Samsung, seperti Galaxy A54 atau Galaxy A35. Menariknya, seri Exynos 1000 mendukung jaringan 5G dan mampu merekam video hingga 4K.

Salah satu keunggulannya adalah proses manufaktur yang canggih, dari 5nm hingga 4nm, yang memungkinkan efisiensi energi lebih tinggi dan kinerja lebih cepat.

Berdasarkan pengujian, seri Exynos 1000 berhasil meraih skor 900k di AnTuTu dan performa cukup solid di Geekbench. Nah, jika Anda sedang mencari ponsel kelas menengah dengan performa bagus, chipset ini bisa jadi pilihan menarik.

Seri Exynos 2000

Chipset seri Exynos
Chipset seri Exynos

Terakhir untuk seri paling bertenaga dari semua chipset Exynos yaitu seri Exynos 2000. Seri ini mencakup Exynos 2500 Dan Exynos 2600yang digunakan pada ponsel andalan dari Samsung seperti Galaxy S21, S22 Ultra dan Galaxy S23 Plus. Keunggulannya jelas, yakni dari produktivitasnya yang sangat tinggi!

Seri Exynos 2000 menggunakan proses manufaktur 2nm canggih dengan clock speed 3,3 GHz yang membuat ponsel bekerja super cepat.

Tak hanya itu, chipset ini juga menggunakan GPU Samsung Xclipse 960 yang menjanjikan grafis lebih mulus dan memuaskan terutama untuk gaming dan pengolahan gambar.

Skor benchmark di AnTuTu bisa mencapai 2 juta, dan di Geekbench 6 tercatat angka sekitar 900 di Single Core.

Dengan performa setinggi itu, tak heran jika seri Exynos 2000 menjadi otak utama di balik perangkat andalan Samsung. Chipset ini dirancang untuk menjalankan semua aplikasi tugas berat, mulai dari game AAA, video 4K hingga AR/VR.

Chipset Exynos Jadul

Chipset seri Exynos
Chipset seri Exynos

Selain itu Chipset Exynos Yang terbaru siap bersaing, ada juga beberapa seri Exynos lama yang sudah tidak digunakan lagi, seperti seri Exynos 3000 (Exynos 3110), seri Exynos 7000 (Exynos 7904) dan seri Exynos 9000 (Exynos 9825).

Seri-seri ini menjadi langka di perangkat Samsung terbaru karena kinerjanya kalah bersaing dengan chip modern saat ini.

Namun beberapa perangkat lawas seperti Samsung Galaxy S8 dan Galaxy Note 10 masih menggunakan chipset ini yang bisa dikatakan cukup bertenaga pada masanya. Namun, jika mencari performa lebih kekinian, seri lama tersebut jelas sudah tidak bisa diandalkan lagi.

Kesimpulan

Nah, itulah sekilas tentang berbagai seri chipset Exynos yang diluncurkan Samsung. Mulai dari entry-level hingga flagship, Exynos terus berusaha bersaing dengan chipset lain seperti Snapdragon dan MediaTek.

Dengan setiap seri yang terus berkembang, Samsung tidak hanya ingin bersaing, namun juga ingin memastikan ekosistem perangkatnya tetap kokoh dan mandiri.

PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *