BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Perbaikan infrastruktur di Kota Bandung terus dilakukan secara bertahap selama setahun terakhir dengan fokus pada pemeliharaan jalan, peningkatan kualitas perkerasan jalan, dan penanganan lubang di sejumlah tempat. Upaya tersebut mulai membuahkan hasil, meski beberapa daerah masih memerlukan penanganan tambahan agar dampaknya terasa lebih merata.
Survei Binokular Daerah Kompas Litbang 23 Februari-3 Maret 2026 mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap sektor infrastruktur sebesar 80,8 persen. Angka tersebut menunjukkan perbaikan mulai dirasakan masyarakat, meski masih terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian di lapangan.
Dengan demikian, data Dinas Sumber Daya Air dan Jalan Raya Kota Bandung (DSDABM) menunjukkan tingkat stabilitas jalan pada tahun 2025 mencapai 92,78 persen dari total panjang jalan yang disurvei yaitu 984,4 kilometer. Sekitar 913,4 kilometer jalan dalam kondisi baik dan selebihnya masih memerlukan perawatan tambahan di sejumlah titik prioritas.
Upaya pemeliharaan dilakukan melalui pemeliharaan rutin sepanjang 137,44 km, pemeliharaan berkala sepanjang 37,23 km, dan rehabilitasi jalan sepanjang 14,34 km. Pendekatan ini bertujuan untuk menjaga kondisi jalan sekaligus mencegah kerusakan lebih lanjut.
Perbaikan juga dilakukan pada kawasan pejalan kaki. Pada akhir tahun 2025, persentase trotoar yang masuk akan mencapai 66,87 persen dengan total panjang sekitar 217,5 kilometer. Perbaikan ini dilakukan dengan membangun, merehabilitasi, dan memelihara trotoar agar lebih aman dan nyaman digunakan masyarakat.
Pada aspek drainase, penanganan banjir menunjukkan perkembangan yang bertahap. Dari 68 titik banjir yang menjadi indikator pengukuran, sebanyak 61 titik sudah terproses, sedangkan 7 titik lainnya masih dalam proses, terutama pada wilayah yang sistem drainasenya lebih kompleks dan kepadatan aktivitasnya tinggi.
Untuk mendukung hal tersebut, berbagai intervensi dilakukan antara lain pembangunan waduk dan pompa air, normalisasi sungai sepanjang 14,33 kilometer, serta pembangunan dan rehabilitasi drainase perkotaan. Upaya ini dilakukan secara bertahap untuk memperbaiki kondisi jaringan yang ada di lokasi.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung, Rizki Kusrulyadi mengatakan, fokus utama saat ini adalah memastikan infrastruktur yang ada dapat berfungsi maksimal sebelum dilakukan pembangunan lebih lanjut.
“Fokus kami saat ini adalah menjaga dan mengatasi titik-titik prioritas yang langsung dirasakan masyarakat. Oleh karena itu, kami memastikan kondisi jalan, trotoar, dan sistem drainase tetap berfungsi dengan baik melalui perbaikan bertahap,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan jalan berlubang dan kualitas jalan masih menjadi perhatian utama.
“Beberapa titik sudah menunjukkan perbaikan namun ada pula yang masih dalam proses. Ini menjadi prioritas kami agar dampaknya lebih merata dirasakan masyarakat,” imbuhnya.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, pemerintah kota memahami tingginya perhatian masyarakat terhadap kondisi infrastruktur di Kota Bandung.
“Kami memahami permasalahan infrastruktur mulai dari kualitas jalan, trotoar hingga genangan air masih menjadi kekhawatiran warga. Di saat yang sama, berbagai pembenahan terus dilakukan dan mulai terasa meski belum sepenuhnya meluas,” kata Farhan.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 fokusnya adalah pada percepatan perbaikan di sektor ini.
Makanya di tahun 2026 ini kita akan lebih fokus pada perbaikan infrastruktur, terutama di titik-titik yang paling banyak dikeluhkan. Kita ingin memastikan perbaikan yang dilakukan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung kepada warga, lanjutnya.
Menurutnya, perbaikan infrastruktur memerlukan proses yang konsisten dan berkelanjutan.
“Ini bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam sekejap. Namun kami memastikan proses perbaikan terus berjalan dan akan terus dipercepat agar kualitas infrastruktur kota semakin membaik seiring berjalannya waktu,” tutup Farhan.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.