Everton berada di urutan ke-5 di PL!! bisakah kamu percaya tidak Ya, memang begitu, karena Manchester United dan Arsenal sama-sama memenangkan pertandingan mereka, mengirim mereka kembali ke posisi ke-7 yang mereka dambakan. Namun, mereka tampil luar biasa dalam beberapa pertandingan terakhir tanpa kalah sejak kekalahan 3-2 melawan Tottenham. Jagielka mencetak gol setelah jeda, menemukan ruang di dalam kotak dan mengarahkan bola melewati garis untuk gol ketiganya dalam 3 pertandingan PL. Namun, hanya 126 detik kemudian, Joel Robles menjegal Sam Vokes tanpa alasan yang jelas. Woakes bahkan tidak berlari ke arah gawang, namun Robles masih menantangnya untuk merebut bola, menghadiahkan Burnley penalti yang tidak perlu. Woakes mengambil tindakan, mengirim kiper ke arah yang salah untuk menyamakan kedudukan bagi tim tamu. Ross Barkley maju pada menit ke-74, melepaskan tembakan dari jarak jauh yang harus diselamatkan Heaton, namun butuh beberapa kali defleksi untuk masuk. Tak lebih dari 3 menit kemudian, Romelu Lukaku menunjukkan kekuatan yang luar biasa, mengecoh bek, maju ke arah gawang, melepaskan tembakan ke gawang. Dia telah mencetak lebih banyak gol di PL (13 gol dari 42 tembakan) dibandingkan Burnley (11 gol dari 146 tembakan). Ya, Lukaku lebih baik dari Burnley. Di sisi lain, Leighton Baines menjadi bek pertama yang mencapai 50 assist PL. Everton tampil luar biasa di kandang pada tahun 2017, menang 8 dari 8 pertandingan, mencetak 29 gol, hanya kebobolan 6 kali dan menjaga 5 clean sheet.
Piala Dunia 2026
Kalau biasanya Piala Dunia itu sudah terasa besar, edisi 2026 bakal terasa seperti “festival sepak bola global” versi maksimal. Untuk pertama kalinya, turnamen ini digelar bareng oleh tiga negara sekaligus—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—yang artinya vibes-nya bakal campur aduk antara budaya, stadion, dan gaya dukungan fans yang beda-beda. Bukan cuma soal lokasi, formatnya juga naik level: dari 32 jadi 48 tim. Kebayang nggak, lebih banyak negara ikut, lebih banyak cerita underdog, dan peluang kejutan makin gede. Bisa jadi tim-tim yang biasanya cuma numpang lewat, kali ini malah bikin sejarah. Di sisi lain, jadwal yang makin panjang bikin turnamen ini terasa seperti maraton emosi—dari fase grup yang padat sampai knockout yang makin brutal. Dan karena ini Piala Dunia FIFA 2026, ekspektasinya jelas: gol dramatis, momen ikonik, dan pemain-pemain muda yang tiba-tiba jadi bintang dunia dalam semalam. Intinya, 2026 bukan cuma tentang siapa yang angkat trofi, tapi tentang pengalaman global yang lebih luas—lebih ramai, lebih chaotic, tapi justru itu yang bikin seru.