“Manchester United merekrut Ederson” adalah berita utama yang akan segera selesai. Gelandang Brasil, yang akan berusia 27 tahun bulan depan, akan dibanderol dengan harga £38 juta dari United.
Jika Manchester United merekrut Ederson, itu akan menjadi langkah yang efektif menggantikan Casemiro di skuad Setan Merah.
Ini akan menjadi transfer pertama Manchester United musim ini. Ederson memiliki pengalaman rata-rata di sepak bola Eropa dan harus membuktikan dirinya sebagai tambahan yang berkualitas.
Jika Manchester United merekrut Ederson, maka mereka akan mendapatkan gelandang bertahan
Ederson telah bermain di Italia selama lima musim terakhir dan mencatatkan total 195 penampilan untuk Salernitana dan Atalanta, serta mencetak 18 gol di dalamnya. Ederson juga menjuarai Liga Europa pada musim 2023/24 bersama Atalanta.
Semua ini menjadikan Ederson sebagai pemain yang cukup berpengalaman dan telah memainkan perannya dalam menjadikan Atalanta sebagai proposisi terhormat di sepakbola Italia dalam beberapa tahun terakhir. Dia bisa bermain sebagai deep-lying playmaker dan juga gelandang box-to-box, menjadikannya pemain skuad yang hebat.
United sudah memiliki Kobi Mainoo di skuad mereka, yang telah memainkan lebih dari 100 pertandingan untuk klub. Memiliki Ederson yang mendampinginya di posisi ganda akan menjadi tawaran menarik bagi tim asuhan Michael Carrick.
Pengalaman superior Ederson seharusnya memberi Manchester United kepercayaan diri yang meyakinkan dan memungkinkan Mainoo memainkan permainan alaminya untuk tim. Mainoo seharusnya senang untuk maju ke depan dengan Ederson berdiri dalam dan menarik perhatian.
Namun, pemain Brasil itu harus terbiasa dengan laju Liga Premier, yang lebih tinggi dari Serie A. Ini mungkin membutuhkan waktu, tetapi Carrick akan dengan senang hati memberikannya kepadanya.
ANDA MUNGKIN JUGA SUKA: Club América memecat André Jardine, ikatan kalah mati Libertadores dan Sudamericana terungkap
Transfer Ederson ke Manchester United tidak berarti Elliott Anderson
United juga mengejar Anderson, namun gelandang Nottingham Forest itu belum berkomitmen pada klub. Manchester City juga ingin merekrut Anderson dan masih harus dilihat apakah pemain Inggris itu akan memilih bermain untuk Citywomen mulai musim depan dan seterusnya.
Jika United berhasil merekrut Anderson, lini tengah mereka akan menjadi salah satu yang terkuat di Liga Premier. Dengan Setan Merah akan bermain di Liga Champions musim depan, mereka membutuhkan skuad yang lebih besar agar bisa berfungsi. Oleh karena itu, penandatanganan Ederson dan Anderson dapat bermanfaat.
Jika Anderson tidak memutuskan datang ke Manchester United, berarti Ederson akan mendapat banyak waktu bermain untuk klub tersebut.
Ini akan memberi mereka tanggung jawab yang besar dan pemain Brasil itu seharusnya senang dengan hal itu pada tahap karirnya saat ini. Ada seorang gelandang Brasil bernama Anderson yang bermain untuk United dengan beberapa prestasi selama beberapa musim.
Sekarang terserah pemain Brasil lainnya setelah Anderson dan Casemiro untuk bermain sebagai gelandang bertahan untuk klub Manchester. Mudah-mudahan, Ederson mampu memenuhi jumlah uang yang dikeluarkan United untuk membelinya.
Pendukung United berharap jika Manchester United merekrut Ederson, itu akan menjadi langkah bagus bagi mereka.
Foto utama
kredit: IMAGO / Marco Cannoniero
Piala Dunia 2026
Kalau biasanya Piala Dunia itu sudah terasa besar, edisi 2026 bakal terasa seperti “festival sepak bola global” versi maksimal. Untuk pertama kalinya, turnamen ini digelar bareng oleh tiga negara sekaligus—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—yang artinya vibes-nya bakal campur aduk antara budaya, stadion, dan gaya dukungan fans yang beda-beda. Bukan cuma soal lokasi, formatnya juga naik level: dari 32 jadi 48 tim. Kebayang nggak, lebih banyak negara ikut, lebih banyak cerita underdog, dan peluang kejutan makin gede. Bisa jadi tim-tim yang biasanya cuma numpang lewat, kali ini malah bikin sejarah. Di sisi lain, jadwal yang makin panjang bikin turnamen ini terasa seperti maraton emosi—dari fase grup yang padat sampai knockout yang makin brutal. Dan karena ini Piala Dunia FIFA 2026, ekspektasinya jelas: gol dramatis, momen ikonik, dan pemain-pemain muda yang tiba-tiba jadi bintang dunia dalam semalam. Intinya, 2026 bukan cuma tentang siapa yang angkat trofi, tapi tentang pengalaman global yang lebih luas—lebih ramai, lebih chaotic, tapi justru itu yang bikin seru.