MAGETAN, TEROPONGMEDIA.ID – Pria berinisial KS alias Jolowos (40) di Magetan harus berhadapan dengan aparat penegak hukum setelah diduga melakukan tindak pidana kekerasan seksual terhadap perempuan berinisial LS (43) yang merupakan istri pasiennya.
Kapolres Magetan Raden Eric Bangun Prakasa mengungkapkan, pelaku dijerat Pasal 6 Huruf C Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
Ancaman 12 tahun penjara atas perbuatan pelaku, kata Eric, Jumat (3/4).
Berdasarkan keterangan polisi, aksi tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kondisi suami korban yang menderita stroke. Peristiwa tersebut bermula pada awal tahun 2023, saat korban sedang mencari pengobatan alternatif untuk suaminya dan dikenalkan kepada tersangka oleh tetangganya.
Baca juga:
Polisi di Garut telah menangkap seorang pria yang diduga melakukan penganiayaan terhadap remaja berusia 17 tahun
Pelaku kemudian rutin mendatangi rumah korban dengan dalih memberikan pengobatan non medis. Ia memijat suami korban dan memberinya air doa yang diyakininya sebagai bagian dari metode penyembuhan.
Pengadilan mendakwa pelaku membangun kepercayaan korban melalui berbagai klaim yang tidak masuk akal, termasuk klaim bahwa ia memiliki kedudukan spiritual tertentu.
“Setelah beberapa kali mengobati suami korban, tersangka mengaku sebagai Tuhan kedua dan utusan yang diutus untuk menyembuhkan penyakit dan menghapus dosa korban,” kata Eric.
Polisi menegaskan, perbuatan tersebut masuk dalam kategori kekerasan seksual karena dilakukan melalui manipulasi psikologis, memanfaatkan relasi kuasa dan kepercayaan korban.
Saat ini, kasus tersebut masih diproses polisi untuk sidang selanjutnya.
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.