JAKARTA, TEROPONGMEDIA.IDD — Ketua Organizing Committee (OC) Reuni 212, Habib Mohammed bin Hussein Al Attas, menyampaikan usulan kepada pemerintah. Ia meminta agar tanggal 2 Desember ditetapkan sebagai Hari Persaudaraan Indonesia sekaligus hari libur nasional.
Hussain yang juga menantu pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Riziek Shihab menilai momentum 212 menjadi simbol persatuan umat. Ia mengatakan, penetapan hari istimewa ini dapat memperkuat semangat kebersamaan terkait dengan acara 212.
“Bagaimana kalau tanggal 2 Desember kita usulkan menjadi Hari Persaudaraan Indonesia. Setuju atau tidak?” katanya dari panggung utama.
Panggilan itu langsung ditanggapi dengan teriakan “Setuju!” dari ribuan peserta Reuni 212 yang hadir. Hussain kemudian mengulangi pertanyaannya untuk memastikan dukungan massa. Ia kembali menegaskan, hari tersebut hendaknya dimasukkan dalam kalender libur nasional.
“Jadi tanggal 2 Desember itu hari libur nasional, setuju kan?
Menurut Hussain, status libur tersebut akan memudahkan masyarakat yang ingin memperingati pertemuan tahunan Monas tanpa harus terikat dengan jadwal kerja.
Dia mengatakan hari libur nasional memungkinkan partisipasi yang lebih besar, terlepas dari hari apa tanggal 2 Desember.
“Kalau jatuh Senin, Selasa, Rabu masih bisa berkumpul di Monas. Setuju!” katanya dengan tegas.
Baca juga:
Polda Metro mengerahkan 1.214 personel untuk melakukan 212 pengumpulan pada hari ini
Bermasalah, Purbaya mengancam akan mengalihkan fungsi bea cukai ke SGS Swiss
Habib Riziek Shihab menghadiri langsung kegiatan tersebut bersama keluarganya dengan menggunakan mobil berwarna putih. Kedatangannya disambut riuh oleh para peserta yang sudah menunggu sejak sore. Rizieq kemudian diarahkan ke panggung utama dan duduk di barisan depan bersama tokoh lainnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun tampak hadir. Ia datang dengan mengenakan sarung dan kemeja coco lengkap dengan selendang Palestina. Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Romo Muhammad Syafii pun turut hadir dan duduk di barisan yang sama.
Tema utama Reuni 212 tahun ini mengangkat isu-isu nasional dan internasional. Panitia mengangkat tema: “Selamatkan NKRI dari penjahat dan bebaskan Palestina dari penjajah, dan duka di Sumatera adalah duka bagi kita semua.”
Menurut juru bicara Reuni 212 Aziz Januar, kegiatan dimulai pukul 17.00 hingga 23.00 WIB. Agenda utamanya meliputi salat berjamaah, dzikir, dan sholawat gaib bagi para korban bencana alam di Sumatera. Dia mengatakan penggalangan dana kemanusiaan juga merupakan bagian dari acara tersebut.
“Sholat gaib, salat, dan munajat digelar untuk para korban bencana di Sumatera. Sebelumnya tim FPI juga sudah mengungsi ke Padang dan Aceh,” kata Aziz.
Ia memastikan seluruh fasilitas pendukung telah disiapkan panitia, termasuk fasilitas mencuci dan kebutuhan logistik lainnya. Pemprov DKI juga membantu menyediakan beberapa fasilitas teknis.
Aziz menambahkan, pada pukul 21.00 WIB, sejumlah tokoh organisasi masyarakat dan unsur pemerintah dijadwalkan akan menyampaikan orasi. Ia mengapresiasi kehadiran banyak tokoh dalam pertemuan 212 tahun ini menunjukkan agenda tersebut masih menjadi perhatian masyarakat.
Alhamdulillah semua fasilitas disiapkan bersama. Peserta bisa nyaman beribadah dan mengikuti rangkaian acara, tambahnya.
Silaturahmi 212 kembali digelar setelah terjadi penurunan peserta dalam beberapa tahun terakhir. Namun pada tahun ini mobilisasi terpantau cukup besar dengan hadirnya sejumlah tokoh penting.
Sejauh ini, pemerintah pusat belum memberikan tanggapan resmi atas usulan Hari Persaudaraan Indonesia atau penetapan hari libur nasional pada 2 Desember.
(jarak)
Teknologi Terkini
Agen Togel Terpercaya
Bandar Togel
Sabung Ayam Online
Berita Terkini
Artikel Terbaru
Berita Terbaru
Penerbangan
Berita Politik
Berita Politik
Software
Software Download
Download Aplikasi
Berita Terkini
News
Jasa PBN
Jasa Artikel