Robert Lewandowski dan Ferran Torres menunjukkan Barca punya satu tangan untuk meraih gelar La Liga – TokoHematku

Gelar La Liga Barcelona sudah terjamin bagi tim Hansi Flick karena gol dari Robert Lewandowski dan Ferran Torres membuat Blaugrana menang 2-1 atas Osasuna.

Kemenangan tersebut kurang lebih menegaskan bahwa perebutan gelar La Liga menguntungkan Barcelona, ​​​​dengan Barca di puncak klasemen, unggul 14 poin dari peringkat kedua Real Madrid, yang memiliki satu pertandingan tersisa.

Bahkan dengan pemain seperti Lamine Yamal, Rafinha dan Frenkie de Jong cedera atau berada di bangku cadangan, tim asuhan Flick membuktikan bahwa mereka selalu menang pada akhirnya.

Dengan dua gol Barca di 10 menit terakhir, menunjukkan mentalitas yang ditanamkan pelatih kepala asal Jerman itu kepada timnya dalam memburu gelar La Liga Barcelona lainnya.

Dengan Real Madrid memainkan pertandingan mereka larut malam ini, hanya kemenangan bagi Los Blancos yang akan memperpanjang perburuan gelar La Liga. Jika tim asuhan Alvaro Arbeloa seri atau kalah, gelar La Liga akan menjadi milik Barcelona dengan empat pertandingan tersisa.

Gelar La Liga Barcelona: Robert Lewandowski masih berbisnis di usia 37

Di usianya yang sudah 37 tahun, Robert Lewandowski masih menjadi salah satu bintang Barcelona, ​​​​dia hampir mencetak 20 gol musim ini di semua kompetisi untuk Blaugrana.

Striker Polandia ini adalah pencetak gol yang tak terhentikan kemanapun dia pergi bermain sepak bola dan akan sangat dirindukan oleh fans Barcelona ketika dia memutuskan untuk pergi.

Namun sundulannya yang indah, disusul assist fantastis dari Marcus Rashford, membawa Barca unggul atas Osasuna, sesuatu yang mereka pertahankan hingga akhir pertandingan.

Selain itu, dengan gol ini, pemain nomor sembilan Barcelona itu mengakhiri puasa golnya dalam lima pertandingan dan mungkin mencetak salah satu gol terpenting musim ini bagi Barca.

Dia mungkin bukan pencetak gol terbanyak Barcelona musim ini, tetapi 13 golnya di La Liga, bersama dengan golnya di kompetisi lain, telah membantu tim Flick menuju musim domestik yang sukses.

Dengan hari-harinya yang tersisa di seragam Barcelona, ​​​​Lewandowski masih ragu apakah dia akan bertahan atau meninggalkan klub; Namun, apa pun yang terjadi, pemain Polandia itu akan tetap menjadi pemain hebat Barca.

ANDA MUNGKIN JUGA SUKA: Tantangan gelar Arsenal: Victor Gokeres dan Bukayo Saka bernyanyi saat Gunners membuka selisih enam poin di puncak

Arsenal vs Fulham – Pemain Arsenal Liga Premier kembali dari perayaan gol selama pertandingan Liga Premier antara Arsenal dan Fulham di Stadion Emirates di London, Inggris pada 2 Mei 2026. Hak Cipta: xNewsxImagesx asliNama file:cosgrove-premierl260502_npr2D.jpg

Gelar La Liga Barcelona: Sub super Ferran Torres menempatkan Barca di ambang gelar

Pemain yang bekerja keras di belakang dan memanfaatkan peluang sebaik-baiknya saat diberikan adalah Ferran Torres.

Mantan pemain sayap Valencia dan Manchester City ini mendapati dirinya menjadi pemain bergilir karena banyaknya kualitas di lini depan Barcelona.

Dalam pertandingan melawan Osasuna, Ferran Torres berada di bangku cadangan tetapi masuk tak lama setelah satu jam berlalu untuk meninggalkan jejaknya dalam permainan, seperti yang biasa ia lakukan dari bangku cadangan.

Pada menit ke-86, momen itu tiba ketika pemain Spanyol itu mencetak gol kedua Barca dan menjadi penentu kemenangan Barcelona dalam perburuan gelar La Liga.

Pemain sayap ini telah mencetak 15 gol di La Liga musim ini, pencetak gol terbanyak kedua di skuad Barcelona di belakang Lamine Yamal yang telah mencetak 16 gol liga.

Dalam 30 pertandingan liga, Torres hanya berhasil bermain 90 menit penuh sebanyak lima kali, namun mencetak 15 gol liga yang mengesankan merupakan pencapaian luar biasa untuk menutup musim pencetak gol terbaiknya.

Perannya dalam tim juara La Liga Barcelona tentu tidak akan luput dari perhatian karena kualitas super Ferran Torres telah menjadi aset brilian bagi lini serang Blaugrana yang bertabur bintang.

Foto utama

kredit: GAMBAR / Kawat Tekan ZUMA

Tanggal pencatatan: 0205.2026

Piala Dunia 2026

Kalau biasanya Piala Dunia itu sudah terasa besar, edisi 2026 bakal terasa seperti “festival sepak bola global” versi maksimal. Untuk pertama kalinya, turnamen ini digelar bareng oleh tiga negara sekaligus—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—yang artinya vibes-nya bakal campur aduk antara budaya, stadion, dan gaya dukungan fans yang beda-beda. Bukan cuma soal lokasi, formatnya juga naik level: dari 32 jadi 48 tim. Kebayang nggak, lebih banyak negara ikut, lebih banyak cerita underdog, dan peluang kejutan makin gede. Bisa jadi tim-tim yang biasanya cuma numpang lewat, kali ini malah bikin sejarah. Di sisi lain, jadwal yang makin panjang bikin turnamen ini terasa seperti maraton emosi—dari fase grup yang padat sampai knockout yang makin brutal. Dan karena ini Piala Dunia FIFA 2026, ekspektasinya jelas: gol dramatis, momen ikonik, dan pemain-pemain muda yang tiba-tiba jadi bintang dunia dalam semalam. Intinya, 2026 bukan cuma tentang siapa yang angkat trofi, tapi tentang pengalaman global yang lebih luas—lebih ramai, lebih chaotic, tapi justru itu yang bikin seru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *