Penghitungan assist Bruno Fernandes adalah 19 yang sangat mengesankan di Premier League musim ini. Dia terpaut satu angka dari rekor 20 assist Kevin de Bruyne dan Thierry Henry dalam satu musim Premier League.
Tentu saja, hal ini memicu perdebatan mengenai apakah penghitungan assist Bruno Fernandes akan membantunya memenangkan penghargaan Pemain Terbaik Liga Premier musim ini. Namun, hal itu mungkin tidak mudah bagi pemain nomor 10 asal Portugal itu.
Dibalik assist Bruno Fernandes musim ini
Penghitungan assist Bruno Fernandes dibantu oleh fakta bahwa Manchester United tersingkir dari Piala FA dan Piala EFL cukup awal dan belum bermain di sepak bola Eropa musim ini. Hasilnya, Fernandez relatif segar dan memungkinkan dia menyalurkan seluruh energi dan fokusnya di Liga Inggris.
Fernandes hanya bermain dalam 33 pertandingan musim ini, yang berarti ia akan gagal mencapai tonggak 40 pertandingan. Sebagai perbandingan, pemain seperti Declan Rice, Martin Zubimendi, dan Erling Haaland telah memainkan sekitar 50 pertandingan. Para pemain ini jelas menjalani musim yang lebih sibuk dibandingkan Fernandez.
Fernandes bermain sebagai pemain nomor 10 sejak Michael Carrick mengambil alih kendali klub beberapa bulan lalu. Pemain asal Portugal ini adalah satu-satunya gelandang yang benar-benar kreatif yang dimiliki United, yang berarti ia memiliki kebebasan untuk memainkan umpan silang dan umpannya tanpa mengkhawatirkan tanggung jawabnya dalam bertahan.
Hasil assist Bruno Fernandes cukup mencerminkan kemampuannya sebagai pemain nomor 10. Namun, jika Anda membandingkan penampilannya dengan Haaland, misalnya, Anda dapat melihat bahwa pemain Norwegia itu telah membantu timnya memenangkan Piala EFL dan mencapai final Piala FA.
Selain itu, Manchester City juga bersaing ketat memperebutkan gelar dengan Arsenal di Liga Inggris. Jika Haaland membantu timnya memenangkan treble domestik, ia harus menjadi pesaing nyata untuk memenangkan Pemain Terbaik Liga Premier Musim Ini.
Pemain bernomor punggung 9 ini hanya berjarak beberapa gol saja dari pencapaian 40 gol yang patut dipuji musim ini dan jika ia dapat mencapainya, tidak ada alasan mengapa ia tidak memenangkan penghargaan tersebut. Bernardo Silva dan Declan Rice juga harus bersaing, namun Bernardo berada di bawah standar di paruh pertama musim dan Rice berada di bawah standar di paruh kedua musim ini.
ANDA MUNGKIN JUGA SUKA: Manchester United vs Liverpool: Tiga faktor utama yang perlu dipertimbangkan, prediksi susunan pemain, dan berita tim
Upaya Fernandes dalam mendorong 4 Besar United
United difavoritkan finis di empat besar musim ini, yang berarti mereka akan bermain di Liga Champions musim depan. Fernandez tidak diragukan lagi memainkan peran kunci di dalamnya.
Namun performa timnya di semua kompetisi terbilang rata-rata dibandingkan Manchester City dan Arsenal.
Itu sebabnya saya yakin jumlah assist Bruno Fernandes tidak cukup untuk memberinya penghargaan Pemain Terbaik Liga Premier Musim Ini, bahkan jika ia menembus angka 20. Dia seharusnya masuk dalam perhitungan tanpa keraguan, tetapi pada akhirnya, siapa pun di antara Haaland, Reiss, dan Bernardo pada akhirnya akan memenangkannya.
Foto utama
kredit: GAMBAR / Foto Nur
Tanggal pencatatan: 27/04/2026
Piala Dunia 2026
Kalau biasanya Piala Dunia itu sudah terasa besar, edisi 2026 bakal terasa seperti “festival sepak bola global” versi maksimal. Untuk pertama kalinya, turnamen ini digelar bareng oleh tiga negara sekaligus—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—yang artinya vibes-nya bakal campur aduk antara budaya, stadion, dan gaya dukungan fans yang beda-beda. Bukan cuma soal lokasi, formatnya juga naik level: dari 32 jadi 48 tim. Kebayang nggak, lebih banyak negara ikut, lebih banyak cerita underdog, dan peluang kejutan makin gede. Bisa jadi tim-tim yang biasanya cuma numpang lewat, kali ini malah bikin sejarah. Di sisi lain, jadwal yang makin panjang bikin turnamen ini terasa seperti maraton emosi—dari fase grup yang padat sampai knockout yang makin brutal. Dan karena ini Piala Dunia FIFA 2026, ekspektasinya jelas: gol dramatis, momen ikonik, dan pemain-pemain muda yang tiba-tiba jadi bintang dunia dalam semalam. Intinya, 2026 bukan cuma tentang siapa yang angkat trofi, tapi tentang pengalaman global yang lebih luas—lebih ramai, lebih chaotic, tapi justru itu yang bikin seru.