Pembangunan kembali musim panas Chelsea di bawah asuhan Xabi Alonso mulai terbentuk dan setelah mendekati penandatanganan Marco Palestra, nama lain yang dengan cepat naik ke daftar target transfer Chelsea adalah bek Prancis Maxance Lacroix.
Dari penguatan pertahanan yang dipertimbangkan oleh The Blues, Maxence Lacroix dari Chelsea muncul sebagai salah satu perkembangan paling signifikan karena klub berupaya mengatasi lini belakang yang merupakan salah satu kelemahan terbesarnya musim lalu.
Ketertarikan tersebut nampaknya semakin kuat, dengan kepindahan Lacroix ke Chelsea kini mendapatkan momentum seiring berlanjutnya pembicaraan antara Chelsea dan Crystal Palace untuk bek asal Prancis tersebut, yang saat ini mewakili Prancis di Piala Dunia 2026.
Seiring berjalannya negosiasi, perhatian semakin beralih pada bagaimana Maxons Lacroix dari Chelsea dapat masuk ke dalam rencana Xabi Alonso dan membantu menyelesaikan beberapa masalah pertahanan yang menghambat The Blues musim lalu.
Mengapa perlombaan untuk mendapatkan tanda tangannya semakin intensif
Pembicaraan transfer untuk Maxence Lacroix tetap aktif, dengan bek tersebut dilaporkan menjadi salah satu target transfer Chelsea saat klub mencari profil bek tengah yang ideal untuk sistem Alonso.
Chelsea sedang mencari bek berpengalaman dan siap pakai yang mampu langsung masuk starting XI. Di usianya yang ke-26 dan memasuki masa jayanya, Lacroix sangat cocok untuknya.
Alonso diperkirakan akan memilih sistem tiga bek, dan Lacroix memiliki banyak kualitas yang dibutuhkan untuk berkembang dalam konfigurasi itu, termasuk agresi, fisik, atletis, dan otoritas bertahan.
Pengalamannya di Premier League adalah daya tarik besar lainnya. Setelah musim 2025/26 yang luar biasa bersama Crystal Palace, Lacroix membuktikan dirinya mampu tampil konsisten di level tertinggi sepak bola Inggris.
Laporan juga menunjukkan bahwa bek asal Prancis itu terbuka untuk pindah, yang berarti hubungan pribadi tidak akan menjadi hambatan. Begitu kesepakatan antar klub tercapai, transfer bisa berjalan cepat.
Dibangun untuk sepak bola modern: Atribut yang membuat Lacroix menonjol
Lacroix menikmati musim yang luar biasa bersama Crystal Palace dan membuktikan dirinya sebagai salah satu bek paling menonjol di Premier League, yang menjelaskan mengapa ia tetap menjadi target transfer utama Chelsea.
Salah satu poin terkuatnya adalah dominasinya dalam duel udara. Dia secara konsisten memenangkan tantangan udara dan memberikan kehadiran yang berwibawa di kotak penalti, terutama dalam situasi bertahan.
Yang sama mengesankannya adalah kecepatannya. Lacroix memiliki akselerasi dan kecepatan pemulihan yang luar biasa untuk seorang bek tengah, memungkinkan dia bertahan secara efektif di garis pertahanan tinggi dan pulih dengan cepat melawan penyerang yang cepat.
Ia juga nyaman dalam penguasaan bola, memiliki akurasi passing yang kuat dan kemampuan menggerakkan bola keluar dari pertahanan. Ketenangannya di bawah tekanan membuatnya cocok untuk sepakbola modern berbasis penguasaan bola.
Secara defensif, ia menggabungkan penempatan posisi yang sangat baik dengan antisipasi yang cerdas. Dia membaca permainan dengan baik, melakukan intersepsi tepat waktu dan lebih memilih pertahanan proaktif daripada hanya bertahan dan bereaksi terhadap bahaya.
Kualitas-kualitas inilah yang menjadi alasan utama mengapa transfer Maxence Lacroix menjadi prioritas saat Chelsea mencari solusi atas masalah pertahanan mereka yang sudah berlangsung lama.
Masalah pertahanan, Lacroix bisa membantu Chelsea tersingkir
Salah satu alasan terbesar kepindahan Maxons Lacroix ke Chelsea adalah keyakinan bahwa ia dapat menyelesaikan beberapa masalah pertahanan yang sering melanda The Blues musim lalu.
Chelsea finis di urutan ke-10 Liga Premier pada musim 2025/26 dan inkonsistensi pertahanan menjadi faktor utamanya. Tim ini kebobolan 52 gol di liga dan sering kesulitan dengan bola mati, serangan balik, dan kesalahan pertahanan individu.
Kedatangan Lacroix bisa segera meningkatkan kehadiran Chelsea di udara. The Blues sering terkena umpan silang dan bola mati karena kurangnya dominasi fisik di jantung pertahanan, sementara Lacroix unggul dalam pertarungan udara dan duel fisik.
Selain itu, ia membawa kedewasaan, kepemimpinan, dan organisasi defensif. Posisinya yang kuat dan tingkat intersepsi yang tinggi dapat membantu mengatasi masalah komunikasi dan kurangnya otoritas yang sering mengganggu lini belakang Chelsea.
Tingkat kesembuhannya juga akan menjadi aset besar. Chelsea seringkali rentan dalam transisi, namun kecepatan dan pertahanan kaki depan Lacroix akan membantu tim berkembang lebih baik melawan lawan yang melakukan serangan balik.
Keandalan adalah faktor penting lainnya. Sementara bek tengah saat ini seperti Wesley Fofana dan Benoit Badiashile berjuang melawan cedera, Lacroix secara konsisten tetap tersedia, membuat 35 penampilan liga dalam dua musim terakhir.
Tingkat stamina tersebut bisa memberikan konsistensi yang sangat kurang dimiliki pertahanan Chelsea.
ANDA MUNGKIN JUGA SUKA: Prancis v Argentina: Bagaimana pertandingan ulang final Piala Dunia 2022 bisa terulang kembali pada tahun 2026
Bagaimana dia cocok dengan rencana pertahanan Xabi Alonso
Kepindahan Lacroix ke Chelsea menjadi semakin menarik jika dilihat dari kacamata filosofi taktis Xabi Alonso.
Alonso biasanya menggunakan sistem cair 3-4-2-1 atau 3-4-3, yang kerap berubah menjadi formasi 3-2-5 saat menguasai bola. Dalam formasi ini, ia biasanya mengandalkan dua bek tengah yang memainkan bola bersama bek tengah yang dominan secara fisik.
Maxons Lacroix di Chelsea kemungkinan akan melihat pemain Prancis itu mengisi peran sentral dalam formasi tiga bek.
Dominasi udara, fisik, dan kemampuannya memenangkan duel menjadikannya kandidat ideal untuk mempertahankan area penalti dan menangani bola kedua, area di mana Chelsea kesulitan akhir-akhir ini.
Selain itu, kecepatannya memungkinkan Chelsea untuk mempertahankan garis pertahanan yang tinggi tanpa menjadi terlalu rentan dalam transisi, yang sangat penting untuk pendekatan agresif Alonso dalam menekan.
Lacroix juga nyaman membangun lini belakang, membuatnya cocok dengan gaya Alonso yang berbasis penguasaan bola. Kemampuan passingnya akan membantu Chelsea memindahkan bola dengan lebih efektif dari pertahanan ke lini tengah dan serangan.
Pola pikir defensif proaktifnya sangat cocok dengan filosofi counter-pressing Alonso, membantu tim tetap kompak sekaligus mendapatkan kembali penguasaan bola dengan cepat ketika bola hilang.
Jika Trevo Chalobah meninggalkan Stamford Bridge musim panas ini, Lacroix dapat menjalin kemitraan jangka panjang dengan Levi Colville, menciptakan keseimbangan antara fisik dan kualitas teknis yang dihargai Alonso dalam sistem pertahanannya.
Maxons Lacroix ke Chelsea: Rekrutmen yang bisa mendefinisikan kembali pertahanan Chelsea?
Maxence Lacroix dari Chelsea berpotensi menjadi salah satu rekrutan bertahan paling penting di musim panas.
Bek asal Prancis ini menawarkan banyak kualitas yang tidak dimiliki Chelsea dalam beberapa musim terakhir, termasuk dominasi di udara, kepemimpinan, kecepatan pemulihan, keandalan pertahanan, dan ketenangan dalam penguasaan bola.
Dengan Alonso diperkirakan akan mengubah tim dengan pendekatan pertahanan yang lebih terstruktur dan agresif, Lacroix tampaknya cocok untuk sistem tersebut.
Jika Chelsea menyelesaikan kesepakatan, kepindahan Lacroix ke Chelsea dapat memberikan landasan bagi pertahanan yang lebih solid, seimbang, dan kompetitif menuju era baru di bawah asuhan Xabi Alonso.
Piala Dunia 2026
Kalau biasanya Piala Dunia itu sudah terasa besar, edisi 2026 bakal terasa seperti “festival sepak bola global” versi maksimal. Untuk pertama kalinya, turnamen ini digelar bareng oleh tiga negara sekaligus—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—yang artinya vibes-nya bakal campur aduk antara budaya, stadion, dan gaya dukungan fans yang beda-beda. Bukan cuma soal lokasi, formatnya juga naik level: dari 32 jadi 48 tim. Kebayang nggak, lebih banyak negara ikut, lebih banyak cerita underdog, dan peluang kejutan makin gede. Bisa jadi tim-tim yang biasanya cuma numpang lewat, kali ini malah bikin sejarah. Di sisi lain, jadwal yang makin panjang bikin turnamen ini terasa seperti maraton emosi—dari fase grup yang padat sampai knockout yang makin brutal. Dan karena ini Piala Dunia FIFA 2026, ekspektasinya jelas: gol dramatis, momen ikonik, dan pemain-pemain muda yang tiba-tiba jadi bintang dunia dalam semalam. Intinya, 2026 bukan cuma tentang siapa yang angkat trofi, tapi tentang pengalaman global yang lebih luas—lebih ramai, lebih chaotic, tapi justru itu yang bikin seru.