Fenomena anak-anak, salah satu cara alternatif menjaga orang dewasa tetap waras


JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pernah ingin kembali bermain robot, menonton kartun Minggu pagi, atau membeli mainan favorit masa kecil Anda? Jika ya, Anda tidak sendirian. Fenomena tersebut dikenal dengan istilah Kidulting, sebuah tren yang kini semakin banyak dilakukan oleh orang dewasa di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Apa itu bercanda?

Secara sederhana, Kidulting adalah gabungan dari dua kata: anak (anak-anak) dan dewasa (dewasa). Istilah ini menggambarkan aktivitas “kekanak-kanakan” yang dilakukan orang dewasa dengan sengaja untuk mencari kesenangan, nostalgia, atau sekadar melepaskan diri dari tekanan hidup.

Mulai dari merakit Lego, menonton film kartun lawas, hingga mengoleksi mainan-mainan vintage, keseruan bukan sekadar hobi, melainkan wujud pelarian emosi positif di tengah kesibukan rutinitas.

Psikolog klinis Dr Rani Maharani menjelaskan, Kidulting bisa menjadi mekanisme coping yang sehat asalkan dilakukan secara proporsional.

“Bercanda bukan berarti seseorang bersifat kekanak-kanakan secara emosional. Sebaliknya, bisa menjadi cara orang dewasa mengatur emosi dan mengurangi stres tanpa membahayakan dirinya sendiri,” ujarnya.

Tren yang meningkat di kalangan milenial dan Gen Z

Data dari Google Trends menunjukkan peningkatan pencarian yang signifikan terkait aktivitas seperti buku mewarnai untuk orang dewasa, koleksi figur aksiketika mainan buatan sendiriterutama setelah pandemi.

Pada masa ini, banyak orang yang menghabiskan waktu di rumah dan mencari cara sederhana untuk mengatasi rasa bosan, cemas, dan stres. Kini kebiasaan tersebut sebenarnya sudah menjadi tren gaya hidup berkelanjutan.

Generasi milenial dan generasi Z merupakan kelompok yang paling aktif dalam fenomena Kidulting ini. Mereka tak segan-segan mengeluarkan uang untuk hal-hal yang mengusung nostalgia masa kecil. Dimulai dengan membeli menghibur retro, boneka koleksi, hingga menonton ulang kartun klasik seperti Bola naga atau Doraemon.

Menurut survei global yang dilakukan Statista (2024), lebih dari 60% generasi muda mengaku masih menikmati aktivitas yang identik dengan aktivitas anak-anak karena memberikan rasa aman, bahagia, dan membantu mereka mengatasi tekanan kehidupan modern.

Mengapa Kidulting Bisa Menyehatkan Mental

Aktivitas yang menyenangkan secara psikologis dapat memicu pelepasan dopamin dan endorfin, hormon yang meningkatkan mood.

Dengan bermain atau berkreasi seperti anak-anak, otak mendapat kesempatan istirahat dari tekanan pekerjaan dan tanggung jawab sosial yang berat.

“Selama aktivitasnya tidak mengganggu kewajiban dasar seperti pekerjaan atau keluarga, Kidulting justru dapat memperkuat keseimbangan hidup dan meningkatkan produktivitas,” tambah Dr Rani.

Contoh kegiatan yang populer untuk anak-anak

Beberapa bentuk Kidulting yang kini banyak dilakukan antara lain:

  • Rakit Lego, puzzle 3D, atau mainan seperti Gundam
  • Kumpulkan mainan atau boneka antik dengan karakter klasik
  • Tonton kartun atau anime nostalgia
  • Mainkan video game retro seperti Super Mario atau Kecelakaan Bandicoot
  • Pikniklah dengan membawa mainan masa kecil atau jajanan nostalgia

Lebih dari sekedar tren

Bercanda sudah tidak lagi dianggap aneh. Padahal, dia adalah simbol bahwa menjadi dewasa tidak harus selalu serius. Ada kalanya kita perlu “bermain” mengingat sisi polos dan bahagia diri kita.

seperti yang mereka katakan tumbuh dewasa itu opsional, yang penting tetap berjiwa muda.

(Dist.)



Teknologi Terkini

Jasa PBN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *