Kekhawatiran mengenai waktu penyelenggaraan Piala Dunia menjadi salah satu topik pembicaraan utama menjelang edisi 2026, yang diperkirakan akan menjadi turnamen terbesar dalam sejarah sepak bola, dengan 48 tim berkompetisi di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Namun, ketika para penggemar menantikan kompetisi yang diperluas, kekhawatiran yang berkembang mengenai kondisi cuaca ekstrem menjadi salah satu pokok pembicaraan utama bahkan sebelum bola ditendang.
Dari panas terik dan kelembapan hingga badai petir dan kilat, para pemain, pelatih, dan pakar iklim semuanya menyatakan keprihatinan tentang bagaimana kondisi cuaca dapat memengaruhi pertandingan selama Piala Dunia 2026.
Para ilmuwan iklim telah memperingatkan bahwa Piala Dunia 2026 bisa menjadi salah satu turnamen terpanas dalam sejarah kompetisi tersebut.
Studi menunjukkan sekitar seperempat dari 104 pertandingan turnamen tersebut dapat dimainkan dalam kondisi yang sangat panas, dengan beberapa kota tuan rumah diperkirakan akan mengalami suhu tinggi pada bulan Juni dan Juli.
Kota-kota seperti Dallas, Houston dan Miami termasuk di antara tempat-tempat yang diidentifikasi sangat rentan terhadap panas ekstrem. Beberapa kota tuan rumah di Meksiko juga diperkirakan akan mengalami kondisi yang menantang selama turnamen tersebut.
Masalahnya sudah terlihat saat persiapan pra turnamen. Gambar para pemain yang berlatih dalam suhu tinggi telah beredar luas di media sosial, dengan beberapa tim menggunakan metode pendinginan seperti kalung es dan tindakan hidrasi ekstra selama latihan.
Kekhawatiran cuaca Piala Dunia dapat menciptakan tantangan fisik yang serius
Panas mempengaruhi lebih dari sekedar kenyamanan pemain. Suhu dan kelembapan yang tinggi dapat meningkatkan kelelahan, menurunkan tingkat kinerja, dan meningkatkan risiko penyakit yang berhubungan dengan panas.
Para ilmuwan menyoroti kekhawatiran tentang World Globe Thermometer (WBGT), sebuah alat pengukur yang menggabungkan suhu, kelembapan, sinar matahari, dan angin.
Menurut pakar iklim, 26 pertandingan bisa dimainkan dalam kondisi di mana tekanan panas menjadi perhatian serius bagi para pemain dan suporter.
Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa beberapa pertandingan bahkan mungkin mencapai kondisi di mana penundaan mungkin harus dipertimbangkan jika suhu menjadi terlalu berbahaya.
Sebagai tanggapan, FIFA memperkenalkan istirahat hidrasi wajib selama pertandingan. Tim akan diberikan waktu istirahat pendinginan selama tiga menit di setiap babak untuk membantu pemain mengatasi kondisi tersebut.
Tim nasional sudah beradaptasi. Jerman baru-baru ini mendatangkan kiper berpengalaman untuk membantu menjaga tempat latihan di North Carolina karena suhu terus meningkat selama periode turnamen menjelang Piala Dunia 2026.
Badai dapat menyebabkan gangguan besar
Panas bukan satu-satunya kekhawatiran yang dihadapi penyelenggara.
Badai petir dan kilat biasa terjadi selama musim panas di banyak wilayah Amerika Serikat, terutama di negara bagian seperti Florida. Para ahli memperingatkan bahwa cuaca buruk dapat menyebabkan penundaan dan gangguan selama balapan.
Berdasarkan peraturan keselamatan Amerika, pertandingan harus ditinggalkan jika petir terdeteksi dalam jarak delapan mil dari stadion.
Permainan tidak dapat dilanjutkan sampai 30 menit berlalu tanpa tembakan jarak dekat lainnya. Jika kedipan berikutnya terjadi, hitungan mundur akan dimulai lagi.
Akibatnya, penundaan lebih dari satu jam mungkin terjadi.
Pertanyaannya bukanlah hipotesis. Pertandingan persahabatan Inggris dengan Kosta Rika ditunda satu jam pada Rabu 10 Juni.
Minggu sebelumnya, pertandingan persahabatan antara Arab Saudi dan Puerto Riko di Austin, Texas, terhenti selama hampir dua jam karena badai petir dan petir sebelum akhirnya dilanjutkan.
Mantan manajer Chelsea Enzo Maresca juga mengkritik perpanjangan waktu Piala Dunia Antarklub 2025 setelah timnya mengalami penundaan signifikan selama dua jam.
Komentarnya menggarisbawahi kekhawatiran bahwa penundaan karena cuaca dapat menjadi kejadian yang semakin umum di turnamen besar yang diadakan di Amerika Utara, karena banyak pertandingan di Piala Dunia Antarklub yang ditangguhkan menjelang Piala Dunia 2026.
“Selama 85 menit kami mengontrol permainan,” kata Maresca usai pertandingan.
“Setelah jeda, permainan berubah total. Ini bukan sepak bola bagi saya. Sudah tujuh, delapan, sembilan pertandingan mereka terhenti.
“Sejujurnya, saya pikir ini hanya lelucon, ini bukan sepak bola. Ini bukan untuk kami. Anda tidak boleh ikut serta. Saya kesulitan untuk memahaminya. Saya dapat memahami bahwa demi alasan keamanan Anda menghentikan pertandingan. Namun jika Anda menghentikan tujuh, delapan pertandingan, itu mungkin berarti [this] bukan tempat yang tepat untuk mengadakan kompetisi ini.
Penggemar juga mungkin terpengaruh
Meski banyak perhatian terfokus pada pemain, suporter yang menghadiri pertandingan juga bisa menghadapi tantangan.
Banyak stadion akan menjadi tuan rumah pertandingan pada waktu terpanas hari itu, sehingga membuat ribuan penonton terkena panas dan kelembapan dalam waktu lama.
Pakar iklim telah memperingatkan bahwa para penggemar dapat menghadapi risiko kesehatan serupa dengan yang menimpa para pemain jika suhu naik cukup tinggi.
Besarnya skala Piala Dunia 2026 menambah kompleksitas lainnya. Dengan 16 kota tuan rumah yang tersebar di tiga negara dan rekor 104 pertandingan yang dijadwalkan, penyelenggara harus menghadapi berbagai kondisi cuaca selama kompetisi.
Beberapa tempat menawarkan keuntungan. Beberapa stadion memiliki atap dan sistem pengatur suhu yang dapat mengurangi dampak suhu ekstrem. Namun, tidak setiap lokasi memiliki tingkat perlindungan yang sama.
ANDA MUNGKIN JUGA SUKA: Pemenang Piala Dunia Negara Tuan Rumah: Enam kali negara tuan rumah memenangkan Piala Dunia
Tantangan baru bagi sepakbola modern
Cuaca selalu berperan dalam sepak bola, namun banyak ahli percaya bahwa perubahan iklim membuat kondisi ekstrem lebih mungkin mempengaruhi acara olahraga besar.
Piala Dunia telah menghadapi suhu yang menantang sebelumnya, termasuk pada turnamen tahun 1994 di Amerika Serikat. Namun, para ilmuwan memperingatkan bahwa meningkatnya suhu global berarti risiko yang dihadapi para pemain dan penggemar pada tahun 2026 bisa semakin besar.
FIFA telah memperkenalkan langkah-langkah yang bertujuan untuk melindungi peserta, namun masih ada pertanyaan apakah penghentian hidrasi dan teknologi stadion akan cukup jika suhu naik di atas tingkat yang diperkirakan.
Ketika hitungan mundur menuju Piala Dunia 2026 terus berlanjut, kekhawatiran terhadap cuaca Piala Dunia bisa menjadi salah satu cerita yang menentukan dari turnamen tersebut, dimana tantangan terbesar sepak bola datang bukan dari lawan di lapangan namun dari cuaca di sekitarnya.
Piala Dunia FIFA 2026 dimulai pada Kamis 11 pukul 20:00 BST di Stadion Mexico City, Mexico City, saat Meksiko menjamu Afrika Selatan.
Piala Dunia 2026
Kalau biasanya Piala Dunia itu sudah terasa besar, edisi 2026 bakal terasa seperti “festival sepak bola global” versi maksimal. Untuk pertama kalinya, turnamen ini digelar bareng oleh tiga negara sekaligus—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—yang artinya vibes-nya bakal campur aduk antara budaya, stadion, dan gaya dukungan fans yang beda-beda. Bukan cuma soal lokasi, formatnya juga naik level: dari 32 jadi 48 tim. Kebayang nggak, lebih banyak negara ikut, lebih banyak cerita underdog, dan peluang kejutan makin gede. Bisa jadi tim-tim yang biasanya cuma numpang lewat, kali ini malah bikin sejarah. Di sisi lain, jadwal yang makin panjang bikin turnamen ini terasa seperti maraton emosi—dari fase grup yang padat sampai knockout yang makin brutal. Dan karena ini Piala Dunia FIFA 2026, ekspektasinya jelas: gol dramatis, momen ikonik, dan pemain-pemain muda yang tiba-tiba jadi bintang dunia dalam semalam. Intinya, 2026 bukan cuma tentang siapa yang angkat trofi, tapi tentang pengalaman global yang lebih luas—lebih ramai, lebih chaotic, tapi justru itu yang bikin seru.