Sorotan Babi Pertahanan Spanyol di Piala Dunia 2026 – TokoHematku

Pertahanan Spanyol membantu mereka memenangkan pertandingan ketiga berturut-turut melawan Austria di babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Kamis 2 Juli. Pertandingan Spanyol v Austria berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Spanyol saat mereka memesan pertemuan dengan tetangga Iberia, Portugal di Babak 16 Besar.

Pertahanan Spanyol membantu tim mereka mencatatkan clean sheet lagi, yang keempat berturut-turut di turnamen ini. Unai Simon juga memecahkan rekor Piala Dunia untuk clean sheet menit berturut-turut yang dibuat pada tahun 1990 oleh Walter Zenga.

Setiap tim selain Meksiko dan Spanyol telah kebobolan satu atau lebih gol di Piala Dunia 2026 sejauh ini.

Pertahanan Spanyol dibantu oleh kecenderungan mereka mendominasi penguasaan bola

Pertahanan Spanyol mendapat keuntungan dari fakta bahwa mereka mendominasi penguasaan bola melawan sebagian besar tim. Artinya, hampir tidak ada tekanan berkelanjutan terhadap pemain belakang Spanyol. Mereka hanya perlu berhati-hati terhadap serangan balik tim lawan.

Selain itu, dalam diri Aymeric Laporte dan Pau Kubarczy, pemain Spanyol memiliki salah satu kemitraan bek tengah terbaik di turnamen. Unai Simon yang berhasil mencadangkan David Raya menjadi penjaga gawang nomor 1 tim selama enam tahun terakhir.

Hasilnya, Spanyol sejauh ini mampu meredam serangan lawan. Marc Cucurella, Pedro Porro dan Marcos Llorente juga menjalankan tugasnya dengan baik sebagai bek sayap. Tapi Rodri dan Pedri, pemain Spanyol ini punya dua bek yang bisa mengontrol dan mengatur penguasaan bola dan menggagalkan peluang gelandang lawan untuk mendikte kondisi.

Namun juga benar bahwa Spanyol belum menghadapi tim yang benar-benar top, sehingga membuat mereka selalu unggul. Pertandingan babak 16 besar melawan Portugal mungkin tidak akan semudah itu.

ANDA MUNGKIN JUGA SUKA: Taktik Thomas Tuchel: Sisi positif dan negatif dari masa jabatan pelatih Jerman itu sebagai bos Inggris sejauh ini

Piala Dunia FIFA Inggris vs DR Kongo WM Weltmeisterschaft Soccer Soccer 2026 Pelatih kepala Inggris Thomas Tuchel GER memberi isyarat frustasi pada pertandingan 1/32 Inggris vs DR Kongo FIFA WORLD CUP 2026 di Stadion Atlanta, Atlanta, Amerika Serikat pada 1 Juli 2026. Kredit: Phil Duncan Every second Editorial media use only. Semua hak cipta gambar Every Second Media Limited. Gambar tidak boleh direproduksi tanpa izin sebelumnya. Hak Cipta: xIMAGO EveryxSecondxMediax ESM-2063-0077 PhilxDuncanx xEveryxSecondxMediax

Pertahanan Spanyol akan diuji melawan Portugal

Pertahanan Spanyol akan diuji dengan berat oleh Portugal, yang memiliki pemain hebat Cristiano Ronaldo di lini depan. Ronaldo telah mencetak tiga gol di turnamen sejauh ini. Apalagi kemampuannya mencetak gol melalui serangan balik akan membuat pertahanan Spanyol khawatir bermain dengan garis tinggi.

Pau Kubarsi bermain secara teratur di lini pertahanan tinggi untuk klubnya Barcelona dan memiliki pengalaman berlari melewati banyak ruang sambil mencoba menghentikan serangan balik lawan. Portugal juga punya sayap dan bek sayap berkualitas yang kerap memainkan umpan silang ke kotak penalti. Artinya, baik Laporte maupun Kubarsi harus bersiap menghadapi banyak bola udara.

Namun, juara Eropa akan memulai sebagai favorit melawan tetangga mereka meskipun kehadiran Ronaldo untuk yang terakhir. Luis de la Fuente harus sangat bergantung pada pertahanan timnya meski memiliki penyerang menarik seperti Lamin Yamal dan Mikel Oyarzabal di skuadnya.

Spanyol terkenal dengan permainan umpan-umpan pendeknya berdasarkan penguasaan bola. Namun, para pemain bertahan mereka tetap menjadi pahlawan tanpa tanda jasa, tetapi telah melakukan lebih dari yang seharusnya di Piala Dunia 2026.

Piala Dunia 2026

Kalau biasanya Piala Dunia itu sudah terasa besar, edisi 2026 bakal terasa seperti “festival sepak bola global” versi maksimal. Untuk pertama kalinya, turnamen ini digelar bareng oleh tiga negara sekaligus—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—yang artinya vibes-nya bakal campur aduk antara budaya, stadion, dan gaya dukungan fans yang beda-beda. Bukan cuma soal lokasi, formatnya juga naik level: dari 32 jadi 48 tim. Kebayang nggak, lebih banyak negara ikut, lebih banyak cerita underdog, dan peluang kejutan makin gede. Bisa jadi tim-tim yang biasanya cuma numpang lewat, kali ini malah bikin sejarah. Di sisi lain, jadwal yang makin panjang bikin turnamen ini terasa seperti maraton emosi—dari fase grup yang padat sampai knockout yang makin brutal. Dan karena ini Piala Dunia FIFA 2026, ekspektasinya jelas: gol dramatis, momen ikonik, dan pemain-pemain muda yang tiba-tiba jadi bintang dunia dalam semalam. Intinya, 2026 bukan cuma tentang siapa yang angkat trofi, tapi tentang pengalaman global yang lebih luas—lebih ramai, lebih chaotic, tapi justru itu yang bikin seru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *